Jumat, 21 Oktober 2011

LUCU

MENJADI LUCU ITU TIDAK MUDAH

Hal ini aku buktikan ketika tampil di acara STANDUP COMEDY SAMARINDA...

Penampilan Pertama, menurutku sukses, dengan aku menyampaikan beberapa pikiran-pikiran konyolku tentang kalimat-kalimat atau kejadian-kejadian konyol yang sering aku temui, ditambah cerita-cerita lucu yang bukan karanganku sendiri, yang aku coba ungkap kembali. Secara umum malam itu aku merasa jadi BINTANG.... Disamping aku merupakan peserta PALING TUA di antara penampil-penampil yang lain.

Penampilan Kedua, kurang sukses menurutku, istilah para comic, GARING...

Penampilan Ketiga, juga kurang sukses.. Garing..? of Course...!!

Dari tiga kali kesempatan yang diberikan kepadaku, memang ketiga-nya aku lakukan tanpa persiapan yang berarti, tanpa latihan, hanya tampil seadanya, mengandalkan ke-"PEMBUALAN" yang aku miliki, seolah-olah bisa melucu. Bergaya seolah-olah bisa seperti Butet Kertaredjasa, atau bercerita bisa seperti Raditya, atau siapalah komedian-komedian yang kerapkali aku lihat lewat layar kaca.

Pelajaran yang sangat berharga, adalah, seperti apapun kepiawaian kita di bawah panggung untuk melucu, ternyata berbanding terbalik dengan saat kita berada di atas panggung untuk melucu ditonton sekian banyak orang.

Melucu atau menjadi lucu yang aku maksudkan disini, adalah menampilkan kelucuan-kelucuan yang hampir sama sekali tidak menggunakan property tambahan selain diri kita dan mike yang kita pegang, amat sangat berbeda dengan melucu seperti yang dilakukan oleh para pelawak yang tampil secara kelompok plus menggunakan property yang dapat dieksploitasi menjadi kelucuan, seperti misal Opera Van Java.

Stand Up Comedy, sebuah tantangan baru buatku, di usiaku yang tidak lagi muda, disamping sebagai sarana penyegaran dari kepenatan yang kerap melanda, ini juga merupakan ajang bagiku untuk mencoba menjadi lucu yang benar-benar kelucuan yang dihasilkan dari hasil berfikir membuat lucu hal atau kejadian yang orang lain anggap sebelumnya itu bukan hal yang lucu.

Semoga....
Lucu itu bukan sesuatu yang mudah.

Kamis, 20 Oktober 2011

PUISI-PUISIKU

ORANG GILA

Ada orang gila
Teriak-teriak sambil menari-nari
Ditengah sorak-sorai orang banyak
Teriakannya  semakin nyaring meski hanya sendirian

Ada orang gila
Tertawa-tawa menghitung harta
Ditengah sedu-sedan tangis orang
Tawanya semakin nyaring mengalahkan tangisan

Ada yang gila sendiri
Gila karena kekuasaannya
Ada yang gila bersama-sama
Gila karena harta kekayaannya

Semua orang jadi gila
Semua gila karena kuasa
Semua orang jadi gila
Semua gila karena harta

Aku tak mau gila
Tapi
Aku lama-lama bisa gila
Karena banyak orang gila yang kulihat

Orang gila tak punya jiwa
Orang gila tak punya rasa
Orang gila makan apa saja
Orang gila minum apa saja
Orang gila tak tahu kemana
Orang gila lupa dari mana

Ada satu orang gila
Ada dua orang gila
Ada tiga orang gila
Ada banyak orang gila

Orang gila
Orang gila
Orang gila……..

Loa duri, 28 Maret 2011

HWARAKADDAH...!!!!

Hwarakaddah....!

Gubrak...

Kabut
Hitam
Mata
Gelap

Siapa salah ?
Siapa benar ?

Semua salah
Semua benar

Hwarakaddah....!!

Gubrak...

Mampus kau
Termakan Egomu

(Dibalik layar, yang sembunyi, tak sanggup menahan tawa...)

Samarinda 21 Mei 2011 (satu hari setelah deadlock)

 

MATI

Aku pergi mati mengikuti
aku pulang mati menyertai
aku duduk mati mengampiri
aku lelap dalam tidur mati

Mati adalah zat cair
yang berbentuk seperti tempatnya
mati adalah benda padat
kaku tak bergerak
mati adalah cahaya
yang mampu merambat lurus

Ada yang takut pada mati
ada yang berani menentang mati
ada yang lupa pada mati

Tak ada yang tahu
ada siapa
ada apa
diantara mati

Mati adalah hati
tapi hati tak pernah mati
kecuali kita yang sengaja mematikan

Mati dan hati sama-sama
berada dalam satu tempat tersembunyi
tiada yang tahu
apa yang terjadi
kecuali kita si pemilik hati
dan
Dia Sang Maha Memiliki

01 Juni 2009 

 

Hanya Sejenak

Hanya sejenak waktu
tak lebih seratus dua puluh menit
dari seribu empat ratus empat puluh
dari sehari semalam waktu hidupku

Hanya sejenak waktu
yang harus kuberikan untukNya
yang kelak kembali jua untukku
yang masih sering terasa berat tuk mengikhlaskannya

Hanya sejenak waktu
untuk sekedar datang dan menyapa dengan takzim
untuk sebentar melupakan dunia
untuk sekedar mengingat kebaikanNya

Hanya sejenak waktu
lalu apa yang bisa kubayarkan
lalu apa yang bisa kusampaikan
atas waktu yang telah berlalu sia-sia

Hanya sejenak waktu
hanya sejenak
hanya
waktu

Juni 04, 2009