ORANG GILA
Ada orang gila
Teriak-teriak sambil menari-nari
Ditengah sorak-sorai orang banyak
Teriakannya semakin nyaring meski hanya sendirian
Ada orang gila
Tertawa-tawa menghitung harta
Ditengah sedu-sedan tangis orang
Tawanya semakin nyaring mengalahkan tangisan
Ada yang gila sendiri
Gila karena kekuasaannya
Ada yang gila bersama-sama
Gila karena harta kekayaannya
Semua orang jadi gila
Semua gila karena kuasa
Semua orang jadi gila
Semua gila karena harta
Aku tak mau gila
Tapi
Aku lama-lama bisa gila
Karena banyak orang gila yang kulihat
Orang gila tak punya jiwa
Orang gila tak punya rasa
Orang gila makan apa saja
Orang gila minum apa saja
Orang gila tak tahu kemana
Orang gila lupa dari mana
Ada satu orang gila
Ada dua orang gila
Ada tiga orang gila
Ada banyak orang gila
Orang gila
Orang gila
Orang gila……..
Loa duri, 28 Maret 2011
Teriak-teriak sambil menari-nari
Ditengah sorak-sorai orang banyak
Teriakannya semakin nyaring meski hanya sendirian
Ada orang gila
Tertawa-tawa menghitung harta
Ditengah sedu-sedan tangis orang
Tawanya semakin nyaring mengalahkan tangisan
Ada yang gila sendiri
Gila karena kekuasaannya
Ada yang gila bersama-sama
Gila karena harta kekayaannya
Semua orang jadi gila
Semua gila karena kuasa
Semua orang jadi gila
Semua gila karena harta
Aku tak mau gila
Tapi
Aku lama-lama bisa gila
Karena banyak orang gila yang kulihat
Orang gila tak punya jiwa
Orang gila tak punya rasa
Orang gila makan apa saja
Orang gila minum apa saja
Orang gila tak tahu kemana
Orang gila lupa dari mana
Ada satu orang gila
Ada dua orang gila
Ada tiga orang gila
Ada banyak orang gila
Orang gila
Orang gila
Orang gila……..
Loa duri, 28 Maret 2011
HWARAKADDAH...!!!!
Hwarakaddah....!
Gubrak...
Kabut
Hitam
Mata
Gelap
Siapa salah ?
Siapa benar ?
Semua salah
Semua benar
Hwarakaddah....!!
Gubrak...
Mampus kau
Termakan Egomu
(Dibalik layar, yang sembunyi, tak sanggup menahan tawa...)
Samarinda 21 Mei 2011 (satu hari setelah deadlock)
MATI
Aku pergi mati mengikuti
aku pulang mati menyertai
aku duduk mati mengampiri
aku lelap dalam tidur mati
Mati adalah zat cair
yang berbentuk seperti tempatnya
mati adalah benda padat
kaku tak bergerak
mati adalah cahaya
yang mampu merambat lurus
Ada yang takut pada mati
ada yang berani menentang mati
ada yang lupa pada mati
Tak ada yang tahu
ada siapa
ada apa
diantara mati
Mati adalah hati
tapi hati tak pernah mati
kecuali kita yang sengaja mematikan
Mati dan hati sama-sama
berada dalam satu tempat tersembunyi
tiada yang tahu
apa yang terjadi
kecuali kita si pemilik hati
dan
Dia Sang Maha Memiliki
01 Juni 2009
Hanya Sejenak
tak lebih seratus dua puluh menit
dari seribu empat ratus empat puluh
dari sehari semalam waktu hidupku
Hanya sejenak waktu
yang harus kuberikan untukNya
yang kelak kembali jua untukku
yang masih sering terasa berat tuk mengikhlaskannya
Hanya sejenak waktu
untuk sekedar datang dan menyapa dengan takzim
untuk sebentar melupakan dunia
untuk sekedar mengingat kebaikanNya
Hanya sejenak waktu
lalu apa yang bisa kubayarkan
lalu apa yang bisa kusampaikan
atas waktu yang telah berlalu sia-sia
Hanya sejenak waktu
hanya sejenak
hanya
waktu
Juni 04, 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar