Selasa, 13 Maret 2012

SURABAYA 09 Maret 2012

Surabaya, 09 Maret 2012

Aku merasa ini adalah antiklimaks buatku.
untuk pertama kalinya aku mengikuti sebuah audisi, dan gagal.

Setelah bersusah-payah berusaha untuk mengikuti audisi Stand Up Comedy Indonesia yang ke-2 di Surabaya, dengan harapan mendapat Golden Ticket untuk ke Jakarta, akupun harus menelan pil pahit. 4 (empat) orang berangkat dari Samarinda hanya Yogi (@setyawanyogi) yang berhasil mendapatkannya.

Keberangkatanku ikut audisi ini, berawal dari suksesnya penampilanku di #StandUpNiteSMD3, di gedung Taman Budaya Samarinda bersama 5 orang comic Samarinda (Rizky, Odong, Hernandith, Adit, dan Yogi) dan 2 orang dari Jakarta Ernest dan Pandji. Seperti biasa, setiap kami selesai melaksanakan stand up nite, kami melakukan evaluasi. Terutama evaluasi dari para comic senior dari Jakarta. Alhamdulillah kami semua tampil luar biasa, penampilan kami benar-benar berhasil memecahkan suasana Taman Budaya malam itu. Masing-masing dari kami mendapat komentar dan pujian tentunya juga kritikan dari Ernest dan Pandji. Dan menurut Beliau Ernest dan Beliau Pandji, dari sekian banyak tempat yang pernah beliau-beliau kunjungi untuk stand up nite, para comic Samarinda yang paling hebat, sudah pada jadi, sebut para beliau.

Aku dan 3 orang comic dari Samarinda pun akhirnya berangkat. Aku sebagai orang terakhir yang mengambil keputusan untuk ikut audisi setelah sebelumnya Yogi, Theo, dan Odong sepakat untuk berangkat. Aku memutuskan berangkat setelah banyak pergolakan dan pergumulan antara ya dan tidak, baik dari dalam diriku atau dari luar, dari pekerjaan dan berat meninggalkan orang rumah.

Dan, Surabaya 09 Maret 2012, adalah hari terpukulnya aku. Tidak sakit tapi nyesek. 5 menit yang membuat galau sepanjang hari dan sepanjang perjalanan pulang Surabaya - Samarinda.

Yogi berhasil mendapat GOLDEN TICKET. Aku, Theo, dan Odong tidak.

Ini sebuah pelajaran, ini sebuah pelajaran. Sampai detik ini, aku masih merasakan kebodohan yang sangat terhadap kegagalan ini. Aku harus perbaiki.

Satu yang paling aku rasakan sangat mengena di hati, adalah KESOMBONGAN. Aku merasa begitu yakin, merasa seolah-olah Allah SWT mendengar dan akan begitu saja mengabulkan do'a-do'aku.

Keberhasilan adalah sinerginya antara, Usaha-Do'a dan Nasib.
Kita harus punya ketiganya.

Sekarang, aku membiarkan segalanya berjalan seperti mengalirnya waktu. Tetap berusaha, tetap berdo'a dan tetap berharap nasib baik.

Samarinda, 12 Maret 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar