Kamis, 20 Oktober 2011

PUISI-PUISIKU

ORANG GILA

Ada orang gila
Teriak-teriak sambil menari-nari
Ditengah sorak-sorai orang banyak
Teriakannya  semakin nyaring meski hanya sendirian

Ada orang gila
Tertawa-tawa menghitung harta
Ditengah sedu-sedan tangis orang
Tawanya semakin nyaring mengalahkan tangisan

Ada yang gila sendiri
Gila karena kekuasaannya
Ada yang gila bersama-sama
Gila karena harta kekayaannya

Semua orang jadi gila
Semua gila karena kuasa
Semua orang jadi gila
Semua gila karena harta

Aku tak mau gila
Tapi
Aku lama-lama bisa gila
Karena banyak orang gila yang kulihat

Orang gila tak punya jiwa
Orang gila tak punya rasa
Orang gila makan apa saja
Orang gila minum apa saja
Orang gila tak tahu kemana
Orang gila lupa dari mana

Ada satu orang gila
Ada dua orang gila
Ada tiga orang gila
Ada banyak orang gila

Orang gila
Orang gila
Orang gila……..

Loa duri, 28 Maret 2011

HWARAKADDAH...!!!!

Hwarakaddah....!

Gubrak...

Kabut
Hitam
Mata
Gelap

Siapa salah ?
Siapa benar ?

Semua salah
Semua benar

Hwarakaddah....!!

Gubrak...

Mampus kau
Termakan Egomu

(Dibalik layar, yang sembunyi, tak sanggup menahan tawa...)

Samarinda 21 Mei 2011 (satu hari setelah deadlock)

 

MATI

Aku pergi mati mengikuti
aku pulang mati menyertai
aku duduk mati mengampiri
aku lelap dalam tidur mati

Mati adalah zat cair
yang berbentuk seperti tempatnya
mati adalah benda padat
kaku tak bergerak
mati adalah cahaya
yang mampu merambat lurus

Ada yang takut pada mati
ada yang berani menentang mati
ada yang lupa pada mati

Tak ada yang tahu
ada siapa
ada apa
diantara mati

Mati adalah hati
tapi hati tak pernah mati
kecuali kita yang sengaja mematikan

Mati dan hati sama-sama
berada dalam satu tempat tersembunyi
tiada yang tahu
apa yang terjadi
kecuali kita si pemilik hati
dan
Dia Sang Maha Memiliki

01 Juni 2009 

 

Hanya Sejenak

Hanya sejenak waktu
tak lebih seratus dua puluh menit
dari seribu empat ratus empat puluh
dari sehari semalam waktu hidupku

Hanya sejenak waktu
yang harus kuberikan untukNya
yang kelak kembali jua untukku
yang masih sering terasa berat tuk mengikhlaskannya

Hanya sejenak waktu
untuk sekedar datang dan menyapa dengan takzim
untuk sebentar melupakan dunia
untuk sekedar mengingat kebaikanNya

Hanya sejenak waktu
lalu apa yang bisa kubayarkan
lalu apa yang bisa kusampaikan
atas waktu yang telah berlalu sia-sia

Hanya sejenak waktu
hanya sejenak
hanya
waktu

Juni 04, 2009

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar